Tempat-tempat bersejarah asal-muasal KGPM Jakarta berdiri:

Keinginan yang besar dari tokoh gereja KGPM BW Lapian untuk melebarkan sayap KGPM di Jakarta dirintis dengan kedatangan beliau di tanah Betawi pada tahun 1939. Keinginan beliau diungkapkan kepada pemuda-pemuda yang dimotori Alex Wenas dan Boetje Waworuntu. Untuk merealisasikan keinginan ini maka pertemuan-pertemuan mulai digelar.

1.  Gedung IEV Gebouw Vrymetselaarweg, Jl. Budi Utomo no 1, Jakarta Pusat (1939)

  • Pertemuan pertama antara pemuda-pemuda dan keluarga-keluarga yang ada di Jakarta untuk penjajakan berdirinya KGPM Jakarta. Terjadi kesepakatan untuk mendirikan perwakilan KGPM.

2.  Rumah Kel. Ernest Lapian, Jl. Batanghari 40, Jakarta Pusat (15 September 1939)

  • Pertemuan ibadah keluarga. Dalam pertemuan ini dibentuk Panitia Persiapan Pembentukan KGPM:

Ketua:              T Assa

Sekretaris:        MS Mapaliey

3. Rumah Kel. JMS Mapaliey, Jl. Kampar 20/Kamparweg (29 September 1939)

  • Ibadah Awal yang dengan resmi menggunakan nama KGPM Betawi.

Menjadi hari yang paling bersejarah karena ditetapkan sebagai Hari Lahirnya KGPM wilayah Jakarta. Dalam ibadah ini dihadiri oleh sekitar 29 orang.

  • Pertemuan Ibadah-ibadah selanjutnya dalam kurun waktu 1939-1942 dilakukan berpindah-pindah dibeberapa tempat seperti:
  1. Jl. Laan Cornelies (bangunan SD) milik Kel. Palar-Wenas-simpatisan KGPM
  2. Jl. Ketapang (bangunan SD milik Kel. Simon-Tuela)
  3. Jl. Ampasit 10, rumah Kel. Nico Wenas
  4. Jatinegara, milik Kel. Pdt. Talumepa

Dalam kurun waktu tsb. Ada 2 pendeta yang melayani:

1.      Pdt. Talumepa

2.      Pdt. Turangan

4.  Gedung Anglikan, Jl. AR Hakim 5, Jakarta Pusat (1942-2006)

Beberapa peristiwa penting selama berada di Anglikan sbb:

  • Maret/April 1942

Ada keinginan untuk mencari gedung yang permanen sebagai tempat peribadahan. Kebetulan banyak gedung milik Inggris yang ditinggalkan pemiliknya karena penjajah Jepang Masuk.

Pilihan jatuh pada gedung kosong milik Anglikan.

Para Pemuda KGPM Alex Wenas, Boetje Waworuntu, No Lapian, John Sondakh mulai menjaga gedung Anglikan yang ditinggalkan itu.

Ada peristiwa ketika tentara Jepang ingin menguasai bangunan ini untuk dijadikan rumah abu, pemuda gereja dibantu seorang yang bernama Rapar yang dengan keahliannya menyebabkan tentara Jepang mundur karena mobil-mobilnya tidak dapat bergerak maju.

  • Juni 1942

Dimulainya ibadah resmi KGPM dengan gembala I, Gbl. Korompis

Jemaat sebagian berdiri karena tidak punya kursi. Jemaat akhirnya

berinisiatif untuk membawa kursi sendiri-sendiri dari rumah.

  • 1945

Pemilik gedung Anglikan kembali. Karena catatan sejarah KGPM tetap bisa bergereja bahkan diberikan keistimewaan untuk memakai gedung tanpa perjanjian dan tanpa sewa

  • 1951

Pernah pindah ke gedung KRIS untuk karena gedung direnovasi, tapi ditahun yang sama kembali bergereja di Anglikan

  • 1963

Ada konfrontasi dengan Inggris dan massa ingin membakar gedung-gedung termasuk Anglikan. Tapi para pemuda KGPM dan dibantu pemuda KRIS berhasil menggagalkan.

  • 1970an

Pemerintah ingin menasionalisasi semua kepemilikan gedung Belanda dan Inggris. Pemerintah DKI saat datang ke Anglikan mendapatkan penjelasan bahwa salah satu anggota gereja adalah Alex Wenas (wakil ketua DPRD). Gubernur Ali Sadikin paham dan tidak menyegel gedung Anglikan

  • 1981

Sejarah pemberian nama menjadi sidang Yeremia. Diputuskan melalui rapat anggota dari hasil masukan anggota jemaat. Nama Yeremia muncul dari usulan Gbl. Andries Sengkey.

Perkembangan kota dan Jaman mengharuskan KGPM untuk berkembang ke wilayah lainnya sbb:

  • 1985: dibuka cabang jauh Pacuan Kuda, Pulomas
  • 19    : sidang Yohanes Depok berdiri

Saat ini ada 6 Sidang yang berada di wilayah Jakarta dan sekitarnya:

1.      Sidang Yeremia, Kelapa Gading

2.      Sidang Daniel, Pulomas

3.      Sidang Yohanes,  Depok

4.      Sidang Paulus, Ciputat

5.      Sidang Sejahtera,  Kramat

6.      Sidang Haleluyah, Bekasi

Gembala-gembala yang bertugas selama di Anglikan:

  1. Gbl Korompis
  2. Gbl Pelenkahu
  3. Gbl Kuhu
  4. Gbl Andries Sengkey
  5. Gbl Benny Sahelangi
  6. Gbl Sien Suak-Pinontoan
  7. Gbl Teddy Batasina
  8. Gbl Francky Londa
  9. Gbl Yoppy Laloan
  10. Gbl Rudi AM Timporok
  11. Gbl Grace Piri-Rembet

Ketua-ketua BPS

  1. Alexander Wenas
  2. Bob Mapaliey
  3. Boyke Dompas
  4. Henky Kandou
  5. John Mapaliey
  6. Markus Wauran
  7. Edwin O.J. Poluan

*

*

Tokoh-tokoh/Pejuang Berdirinya KGPM (1939-1942)

  1. BW Lapian

BW Lapian

Alm dilahirkan pada 30 Juni 1892  Ketokohan alm sebagai pejuang nasional  tidak perlu diragukan lagi. Alm sangat aktif dalam pergerakan melawan penjajah. Menjadi tokoh sipil yang menonjol pada zamannya bersama Ch Taulu tokoh militer, dengan menjadi pemimpin peristiwa Heroik Merah Putih 14 Februari 1946. Peristiwa yang dicatat dalam sejarah Indonesia  sebagai hari perjuangan Sulawesi Utara melawan Belanda & sekutunya.

Berbagai jabatan disandang alm dalam pemerintahan seperti menjadi Pejabat Gubernur Sulawesi yang ke dua setelah Dr. Samratulangi pada tahun 1950-1951.

Almarhum menjadi tokoh lahirnya  KGPM pada  29 Oktober  1933 di desa Wakan, Sulawesi Utara. Atas prakarsa alm  yang saat itu menjabat Ketua Umum Pucuk pimpinan KGPM, (ketika melakukan  kunjungan ke Jakarta tahun 1939 sebagai anggota volksraad-DPR saat ini) dan hasil pendekatan dan pembicaraan dengan para pemuda dan keluarga-keluarga di Jakarta, maka KGPM akhirnya  melebarkan sayap dan dengan resmi berdiri di Jakarta tahun 1939.

Alm meninggal pada 5 April 1977  sebagai pahlawan nasional dan dihargai jasa-jasanya oleh pemerintah sebagai seorang pejuang, negarawan dan politikus yang handal dengan memakamkannya di Taman makam Pahlawan Kalibata.

  1. Alexander Wenas

Lahir  pada tanggal 22 Desember 1916 dan hijrah ke Jakarta tahun

Dalam kehidupan berorganisasi, berbangsa & bernegara alm dikenal sebagai Pejuang kemerdekaan dan mendapat penghargaan sebagai Legiun Veteran dari pemerintah.

Alm sangat aktif dalam berbagai organisaisi kemasyarakatan.  Berbagai jabatan disandang alm seperti  menjadi Ketua KRIS, Ketua 1 PARKINDO, anggota MPR, anggota DPR dan anggota DPA dan yang cukup berkesan, pernah menjadi kurir kesayangan tokoh Nasional asal Kawanua DR Sam Ratulangie.

Saat kedatangan BW Lapian ke Jakarta tahun 1939, Almarhum bersama Boetje Waworuntu yang mendampingi. Kedua pemuda ini terus terlibat dan menjadi pelaku sejarah  berdirinya KGPM di Jakarta. Sebagai pemuda KGPM alm dan tokoh-tokoh pemuda lainnya yang pertama kali menempati dan menjaga gedung Anglikan pada tahun 1939. Beberapa kali para pemuda ini terlibat mempertahankan  gedung Anglikan dari usaha pengambil-alihan pihak lain.

Ketika Alm. Menjabat wakil ketua DPRD Jakarta, alm. Kembali berjasa untuk mempertahankan gedung Anglikan sebagai tempat kebaktian dari rencana pengambil alihan pemerintah.

Almarhum  lama memimpin para pemuda dan dalam jabatan struktural alm dikenal sebagai ketua Badan Organisasi pertama KGPM Jakarta (BPS saat ini).

Almarhum meninggal pada 20 Desember 1991 saat masih berdinas sebagai anggota DPR dan dimakamkan di pemakaman Tanah Kusir. Walaupun diberikan kesempatan oleh negara untuk dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, namun istri alm. menolak dengan alasan agar kelak dapat dimakamkan bersama-sama.

  1. JB Assa

Alm. Lahir pada tahun 1899 Saat hidupnya dikenal sebagai seorang tentara pejuang kemerdekaan dan politikus. Dikenal dekat dengan tokoh-tokoh dan pimpinan nasional. Pada tahun 1945 setelah kemerdekaan, pemerintah menginginkan lahirnya partai-partai politik di Indoneisa. Maka berdirilah 10 partai politik dan salah satunya Partai Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia (PERMAI) yang didirikan pada 17 Desember 1945 dan dipimpin oleh JB Assa.

Selain sebagai politikus, alm sehari-hari juga menjadi pengusaha sebagai  pedagang daging.

Pada saat-saat rencana pendirian KGPM, alm. Sangat berjasa dengan menjadi ketua Panitia Pembentukan KGPM diJakarta. Pernah menjadi Majelis sidang dan dikagumi jemaat karena pintar berkhotbah.

Alm meninggal dengan pangkat Kapten pada 11 Februari 1977. Karena Jasa dan

ketokohannya alm mendapatkan penghargaan dari pemerintah sebagai pahlawan

nasional dan   dimakamkan di Taman makam Pahlawan Kalibata.

  1. Justus Mamongan Sylvanus Mapaliey

Lahir di Kawangkoan pada 3 Oktober 1904.

Sehari-hari alm menjadi karyawan KPN (sekarang PELNI).

Alm dikenal banyak terlibat ketika berdirinya KGPM Jakarta. Selain menjabat sebagai Sekretaris Panitia Pembentukan KGPM, rumah keluarga almarhum di Jl. Kampar no. 20, menjadi tempat yang paling bersejarah karena menjadi tempat ibadah pertama KGPM Jakarta pada tanggal 29 September 1939 yang sekaligus menjadi hari lahirnya KGPM Jakarta.

Pernah menjadi anggota Majelis sidang dan aktif dalam pelayanan.

Almarhum dimakamkan di pemakaman Petamburan.

  1. Servius Altin  Toreh

Lahir pada 2 Juni 1906. Pada Zaman Jepang, alm dipercayakan untuk memimpin usaha pertambangan emas di Cikotok.

Pada masa hidupnya alm dikenal sebagai seorang bankir yang handal dan terlibat dalam proses berdirinya PT. Bank Negara Indonesia 46.

Dalam proses kelahiran KGPM Jakarta alm termasuk anggota KGPM mula-mula yang dalam kepanitiaan terbentuknya KGPM menjadi anggota/pembantu. Alm selama hidupnya selalu  aktif dalam peribadatan.

Alm meninggal pada 16 Nopember 1981 dan dimakamkan di pekuburan Petamburan.

One Response to “3.Sejarah”

  1. Novie R said:

    Bagusnya semua foto para tokoh pendiri KGPM ditampilkan, biar lebe lengkap ok !



Leave a Reply